Keanekaragaman Suku Bangsa dan Budaya Indonesia

1.    Keanekaragaman Suku Bangsa di Indonesia
Bangsa Indonesia terkenal sebagai bangsa yang majemuk atau heterogen. Bangsa kita mempunyai beraneka ragam suku bangsa, budaya, agama, dan adat istiadat (tradisi). Semua itu tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Misalnya dalam upacara adat, rumah adat, baju adat, nyanyian dan tarian daerah, alat musik, dan makanan khas. Tentu, kawanmu ada yang berasal dari suku yang sama denganmu. Ada pula yang berbeda suku denganmu. Mengapa kita mempunyai suku bangsa yang beraneka ragam? Pada awalnya nenek moyang kita berasal dari kelompok suku yang berbeda. Kelompok-kelompok tersebut adalah kelompok Austro-Melanesoid. Persebarannya dari Australia – Irian – Kai – Seram – Sulawesi – Timor – Sumatra Utara – Aceh – Kedah – Pahang – Malaysia. Kelompok yang lain adalah kelompok Mongoloid. Persebarannya melalui dua rute. Rute pertama, Jepang – Taiwan – Filipina – Sangir – Sulawesi. Rute kedua, Asia Tenggara – Sulawesi Utara – Halmahera – Maluku Selatan.

2.    Keanekaragaman Budaya di Indonesia
Manusia diciptakan Tuhan memiliki perasaan. Oleh karena memiliki rasa, manusia bisa menciptakan seni dan budaya. Kebudayaan merupakan ciri khas setiap suku. Kebudayaan membedakan suku satu dengan suku lainnya. Setiap suku memiliki kebudayaan yang berbeda. Tahukah kamu yang dimaksud kebudayaan? Kebudayaan adalah keseluruhan perilaku dan hasil cipta, rasa, dan karsa manusia. Semua itu tersusun dalam tata kehidupan masyarakat. Unsur-unsur kebudayaan terlihat dalam kehidupan sehari-hari tiap suku bangsa.
Unsur-unsur tersebut antara lain sebagai berikut.
1. Sistem keagamaan
2. Sistem kemasyarakatan
3. Sistem pengetahuan
4. Sistem bahasa
5. Sistem kesenian
6. Sistem ekonomi
7. Sistem teknologi

Hubungan Agama dan Kebudayaan


Secara sederhana, kebudayaan merupakan hasil cipta (serta akal budi) manusia untuk memperbaiki, mempermudah, serta meningkatkan kualitas hidup dan kehidupannya. Atau, kebudayaan adalah keseluruhan kemampuan (pikiran, kata, dan tindakan) manusia yang digunakan untuk memahami serta berinteraksi dengan lingkungan dan sesuai sikonnya. Kebudayaan berkembang sesuai atau karena adanya adaptasi dengan lingkungan hidup dan kehidupan serta sikon manusia berada.
Kebudayaan dikenal karena adanya hasil-hasil atau unsur-unsurnya. Unsur-unsur kebudayaan terus menerus bertambah seiring dengan perkembangan hidup dan kehidupan. Manusia mengembangkan kebudayaan; kebudayaan berkembang karena manusia. Manusia disebut makhluk yang berbudaya, jika ia mampu hidup dalam atau sesuai budayanya. Sebagian makhluk berbudaya, bukan saja bermakna mempertahankan nilai-nilai budaya masa lalu atau warisan nenek moyangnya; melainkan termasuk mengembangkan (hasil-hasil) kebudayaan.
Di samping kerangka besar kebudayaan, manusia pada komunitasnya, dalam interaksinya mempunyai norma, nilai, serta kebiasaan turun temurun yang disebut tradisi. Tradisi biasanya dipertahankan apa adanya; namun kadangkala mengalami sedikit modifikasi akibat pengaruh luar ke dalam komunitas yang menjalankan tradisi tersebut. Misalnya pengaruh agama-agama ke dalam komunitas budaya (dan tradisi) tertentu; banyak unsur-unsur kebudayaan (misalnya puisi-puisi, bahasa, nyanyian, tarian, seni lukis dan ukir) di isi formula keagamaan sehingga menghasilkan paduan atau sinkretis antara agama dan kebudayaan.
Kebudayaan dan berbudaya, sesuai dengan pengertiannya, tidak pernah berubah; yang mengalami perubahan dan perkembangan adalah hasil-hasil atau unsur-unsur kebudayaan. Namun, ada kecenderungan dalam masyarakat yang memahami bahwa hasil-hasil dan unsur-unsur budaya dapat berdampak pada perubahan kebudayaan.
Kecenderungan tersebut menghasilkan dikotomi hubungan antara iman-agama dan kebudayaan. Dikotomi tersebut memunculkan konfrontasi (bukan hubungan saling mengisi dan membangun) antara agama dan praktek budaya, karena dianggap sarat dengan spiritisme, dinamisme, animisme, dan totemnisme. Akibatnya, ada beberapa sikap hubungan antara Agama dan Kebudayaan, yaitu:
1.      Sikap Radikal: Agama menentang Kebudayaan. Ini merupakan sikap radikal dan ekslusif, menekankan pertantangan antara Agama dan Kebudayaan. Menurut pandangan ini, semua sikon masyarakat berlawanan dengan keinginan dan kehendak Agama. Oleh sebab itu, manusia harus memilih Agama  atau/dan Kebudayaan, karena seseorang tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Dengan demikian, semua praktek dalam unsur-unsur kebudayaan harus ditolak ketika menjadi umat beragama.
2.      Sikap Akomodasi: Agama Milik Kebudayaan. Sikap ini menunjukkan keselarasan antara Agama dan kebudayaan.
3.      Sikap Perpaduan: Agama di atas Kebudayaan. Sikap ini menunjukkan adanya suatu keterikatan antara Agama dan kebudayaan. Hidup dan kehidupan manusia harus terarah pada tujuan ilahi dan insani; manusia harus mempunyai dua tujuan sekaligus.
4.      Sikap Pambaharuan: Agama Memperbaharui Kebudayaan. Sikap ini menunjukkan bahwa Agama harus memperbaharui masyarakat dan segala sesuatu yang bertalian di dalamnya. Hal itu bukan bermakna memperbaiki dan membuat pengertian kebudayaan yang baru; melainkan memperbaharui hasil kebudayaan. Oleh sebab itu, jika umat beragama mau mempraktekkan unsur-unsur budaya, maka perlu memperbaikinya agar tidak bertantangan ajaran-ajaran Agama. Karena perkembangan dan kemajuan masyarakat, maka setiap saat muncul hasil-hasil kebudayaan yang baru. Oleh sebab itu, upaya pembaharuan kebudayaan harus terus menerus. Dalam arti, jika masyarakat lokal mendapat pengaruh hasil kebudayaan dari luar komunitas sosio-kulturalnya, maka mereka wajib melakukan pembaharuan agar dapat diterima, cocok, dan tepat ketika mengfungsikan atau menggunakannya.
Karena adanya aneka ragam bentuk hubungan Agama dan Kebudayaan tersebut, maka solusi terbaik adalah perlu pertimbangan – pengambilan keputusan etis-teologis (sesuai ajaran agama). Dan untuk mencapai hal tersebut tidak mudah.
Sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2012/07/06/hubungan-agama-dan-kebudayaan-475038.html

Dampak Pergaulan Bebas Bagi Remaja


Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13 tahun sampai dengan 18 tahun. Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Mereka sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metode coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. Kesalahan yang dilakukan sering menimbulkan kekhawatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungan dan orangtuanya.
Generasi muda adalah tulang punggung bangsa, yang diharapkan di masa depan mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini agar lebih baik. Dalam mempersiapkan generasi muda juga sangat tergantung kepada kesiapan masyarakat yakni dengan keberadaan budayanya. Termasuk didalamnya tentang pentingnya memberikan filter tentang perilaku-perilaku yang negatif, yang antara lain; minuman keras, mengkonsumsi obat terlarang, sex bebas, dan lain-lain yang dapat menyebabkan terjangkitnya penyakit HIV/AIDS.
Sekarang ini zaman globalisasi. Remaja harus diselamatkan dari globalisasi. Karena globalisasi ini ibaratnya kebebasan dari segala aspek. Sehingga banyak kebudayaan-kebudayaan yang asing yang masuk. Sementara tidak cocok dengan kebudayaan kita. Sebagai contoh kebudayaan free sex itu tidak cocok dengan kebudayaan kita.
Pada saat ini, kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang menguatirkan. Para remaja dengan bebas dapat bergaul antar jenis. Tidak jarang dijumpai pemandangan di tempat-tempat umum, para remaja saling berangkulan mesra tanpa memperdulikan masyarakat sekitarnya. Mereka sudah mengenal istilah pacaran sejak awal masa remaja. Pacar, bagi mereka, merupakan salah satu bentuk gengsi yang membanggakan. Akibatnya, di kalangan remaja kemudian terjadi persaingan untuk mendapatkan pacar. Pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah sangat berbeda dengan pengertian pacaran 15 tahun yang lalu. Akibatnya, di jaman ini banyak remaja yang putus sekolah karena hamil. Oleh karena itu, dalam masa pacaran, anak hendaknya diberi pengarahan tentang idealisme dan kenyataan. Anak hendaknya ditumbuhkan kesadaran bahwa kenyataan sering tidak seperti harapan kita, sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan. Demikian pula dengan pacaran. Keindahan dan kehangatan masa pacaran sesungguhnya tidak akan terus berlangsung selamanya.
Dalam memberikan pengarahan dan pengawasan terhadap remaja yang sedang jatuh cinta, orangtua hendaknya bersikap seimbang, seimbang antar pengawasan dengan kebebasan. Semakin muda usia anak, semakin ketat pengawasan yang diberikan tetapi anak harus banyak diberi pengertian agar mereka tidak ketakutan dengan orangtua yang dapat menyebabkan mereka berpacaran dengan sembunyi-sembunyi. Apabila usia makin meningkat, orangtua dapat memberi lebih banyak kebebasan kepada anak. Namun, tetap harus dijaga agar mereka tidak salah jalan. Menyesali kesalahan yang telah dilakukan sesungguhnya kurang bermanfaat.
Penyelesaian masalah dalam pacaran membutuhkan kerja sama orangtua dengan anak. Misalnya, ketika orangtua tidak setuju dengan pacar pilihan si anak. Ketidaksetujuan ini hendaknya diutarakan dengan bijaksana. Jangan hanya dengan kekerasan dan kekuasaan. Berilah pengertian sebaik-baiknya. Bila tidak berhasil, gunakanlah pihak ketiga untuk menengahinya. Hal yang paling penting di sini adalah adanya komunikasi dua arah antara orangtua dan anak. Orangtua hendaknya menjadi sahabat anak. Orangtua hendaknya selalu menjalin dan menjaga komunikasi dua arah dengan sebaik-baiknya sehingga anak tidak merasa takut menyampaikan masalahnya kepada orangtua.
Dalam menghadapi masalah pergaulan bebas antar jenis di masa kini, orangtua hendaknya memberikan bimbingan pendidikan seksual secara terbuka, sabar, dan bijaksana kepada para remaja. Remaja hendaknya diberi pengarahan tentang kematangan seksual serta segala akibat baik dan buruk dari adanya kematangan seksual. Orangtua hendaknya memberikan teladan dalam menekankan bimbingan serta pelaksanaan latihan kemoralan. Dengan memiliki latihan kemoralan yang kuat, remaja akan lebih mudah menentukan sikap dalam bergaul. Mereka akan mempunyai pedoman yang jelas tentang perbuatan yang boleh dilakukan dan perbuatan yang tidak boleh dikerjakan. Dengan demikian, mereka akan menghindari perbuatan yang tidak boleh dilakukan dan melaksanakan perbuatan yang harus dilakukan.
Berdasarkan penelitian di berbagai kota besar di Indonesia, sekitar 20 hingga 30 persen remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks. Celakanya, perilaku seks bebas tersebut berlanjut hingga menginjak ke jenjang perkawinan. Ancaman pola hidup seks bebas remaja secara umum baik di pondokan atau kos-kosan tampaknya berkembang semakin serius. Pakar seks juga specialis Obstetri dan Ginekologi Dr. Boyke Dian Nugraha di Jakarta mengungkapkan, dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat. Dari sekitar lima persen pada tahun 1980-an, menjadi dua puluh persen pada tahun 2000. Kisaran angka tersebut, kata Boyke, dikumpulkan dari berbagai penelitian di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Palu dan Banjarmasin. Bahkan di pulau Palu, Sulawesi Tenggara, pada tahun 2000 lalu tercatat remaja yang pernah melakukan hubungan seks pranikah mencapai 29,9 persen.
Kelompok remaja yang masuk ke dalam penelitian tersebut rata-rata berusia 17-21 tahun, dan umumnya masih bersekolah di tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau mahasiswa. Namun dalam beberapa kasus juga terjadi pada anak-anak yang duduk di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tingginya angka hubungan seks pranikah di kalangan remaja erat kaitannya dengan meningkatnya jumlah aborsi saat ini, serta kurangnya pengetahuan remaja akan reproduksi sehat. Jumlah aborsi saat ini tercatat sekitar 2,3 juta, dan 15-20 persen diantaranya dilakukan remaja. Hal ini pula yang menjadikan tingginya angka kematian ibu di Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai negara yang angka kematian ibunya tertinggi di seluruh Asia Tenggara.
Dari sisi kesehatan, perilaku seks bebas bisa menimbulkan berbagai gangguan. Diantaranya, terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. Selain tentunya kecenderungan untuk aborsi, juga menjadi salah satu penyebab munculnya anak-anak yang tidak diinginkan. Keadaan ini juga bisa dijadikan bahan pertanyaan tentang kualitas anak tersebut, apabila ibunya sudah tidak menghendaki. Seks pranikah, lanjut Boyke juga bisa meningkatkan resiko kanker mulut rahim. Jika hubungan seks tersebut dilakukan sebelum usia 17 tahun, risiko terkena penyakit tersebut bisa mencapai empat hingga lima kali lipat.
Sekuat-kuatnya mental seorang remaja untuk tidak tergoda pola hidup seks bebas, kalau terus-menerus mengalami godaan dan dalam kondisi sangat bebas dari kontrol, tentu suatu saat akan tergoda pula untuk melakukannya. Godaan semacam itu terasa lebih berat lagi bagi remaja yang memang benteng mental dan keagamaannya tidak begitu kuat. Saat ini untuk menekankan jumlah pelaku seks bebas-terutama di kalangan remaja-bukan hanya membentengi diri mereka dengan unsur agama yang kuat, juga dibentengi dengan pendampingan orang tua dan selektivitas dalam memilih teman-teman. Karena ada kecenderungan remaja lebih terbuka kepada teman dekatnya ketimbang dengan orang tua sendiri.
Selain itu, sudah saatnya di kalangan remaja diberikan suatu bekal pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah-sekolah, namun bukan pendidikan seks secara vulgar. Pendidikan Kesehatan Reproduksi di kalangan remaja bukan hanya memberikan pengetahuan tentang organ reproduksi, tetapi bahaya akibat pergaulan bebas, seperti penyakit menular seksual dan sebagainya. Dengan demikian, anak-anak remaja ini bisa terhindar dari percobaan melakukan seks bebas. Dalam keterpurukan dunia remaja saat ini, anehnya banyak orang tua yang cuek bebek saja terhadap perkembangan anak-anaknya. Kini tak sedikit orang tua dengan alasan sibuk karena termasuk tipe “jarum super” alias jarang di rumah suka pergi; lebih senang menitipkan anaknya di babby sitter. Udah gedean dikit di sekolahin di sekolah yang mahal tapi miskin nilai-nilai agama.
Acara televisi begitu berjibun dengan tayangan yang bikin ‘gerah’, Video klip lagu dangdut saja, saat ini makin berani pamer aurat dan adegan-adegan yang bikin dek-dekan jantung para lelaki. Belum lagi tayangan film yang bikin otak remaja teracuni dengan pesan sesatnya. Ditambah lagi, maraknya tabloid dan majalah yang memajang gambar “sekwilda”, alias sekitar wilayah dada; dan gambar “bupati”, alias buka paha tinggi-tinggi. Konyolnya, pendidikan agama di sekolah-sekolah ternyata tidak menggugah kesadaran remaja untuk kritis dan inovatif.
Sumber : http://rienodjokam.blogspot.com/

Perubahan Sosial Masyarakat

Perubahan sosial merupakan suatu hal yang sangat penting kaitannya dengan usaha manusia untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan hidupnya. Perubahan dilakukan untuk menuju pada sebuah keadaan yang baru yang berbeda dengan keadaan sebelumnya. Secara umum, faktor-faktor yang mendorong manusia untuk melakukan perubahan-perubahan adalah sebagai berikut.

1. Rasa tidak puas terhadap keadaan dan situasi yang ada.

2. Timbul keinginan untuk mengadakan perubahan.

3. Sadar akan adanya kekurangan dalam kebudayaan sendiri, sehingga berusaha untuk menutupinya dengan mengadakan perbaikan.

4. Adanya usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan, dan kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat.

5. Banyaknya kesulitan yang dihadapi memungkinkan manusia berusaha untuk dapat mengatasinya.

6. Tingkat kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks dan adanya keinginan untuk meningkatkan taraf hidup.

7. Sikap terbuka dari masyarakat terhadap hal-hal yang baru, baik yang datang dari dalam maupun dari luar masyarakat tersebut.

8. Sistem pendidikan yang dapat memberikan nilai-nilai tertentu bagi manusia untuk meraih masa depan yang lebih baik. Dari uraian di atas, dapatkah kamu membuat definisi mengenai perubahan sosial? Marilah kita sejenak menelaah beberapa definisi perubahan sosial yang diungkapkan oleh para ahli yang berasal dari lintas disiplin ilmu sosial dan humaniora.


Sumber : http://www.sibarasok.com/2013/08/perubahan-sosial-masyarakat.html

Unsur Unsur Negara


1. Unsur konstitutif atau unsur pokok
a. Rakyat
Rakyat adalah semua orang yang berada dan berdiam dalam wilayah negara tertentu.
Rakyat dalam suatu negara meliputi :
(1) Penduduk, bukan penduduk
(2) Warga negara, bukan warga negara
b. Wilayah
Wilayah negara adalah tempat/ruang yang menunjukkan batas-batas dimana negara itu sungguh-sungguh dapat melaksanakan kekuasaannya. Sehingga menjadi tempat berlindung bagi rakyat sekaligus sebagai tempat bagi pemerintah untuk mengorganisir dan menyelenggarakan pemerintahan.
Wilayah suatu negara terdiri dari:
(1) Wilayah darat
Bentuk perbatasan wilayah daratan, antara lain sebagai berikut :
a) Perbatasan buatan manusia, seperti tembok (great wall), patok besi, dan lain lain.
b) Batas alam, seperti gunung, hutan, sungai, dan lain-lain.
c) Batas geofisika, yang berupa garis lintang dan bujur.
(2) Wilayah laut
Wilayah laut suatu negara disebut laut teritorial sedangkan laut yang berada di luar laut territorial disebut laut bebas / laut internasional atau more liberum.
Dua konsepsi yang pernah muncul berkaitan dengan peguasaan wilayah lautan :
a) Res Nullius
Pandangan yang menyatakan bahwa laut dapat diambil dan dimiliki oleh masing-masing negara (John Sheldon dari Inggris dalam bukunya More Clausum)
b) Res Communis
Pandangan yang beranggapan bahwa laut itu milik bersama atau milik masyarakat dunia, sehingga tidak dapat diambil dan dimiliki oleh masing-masing negara (Hugo de Groot/ Grotius dalam bukunya More Liberum, Gotius mendapatkan julukan Bapak Hukum Internasional).
(3) Wilayah udara
Wilayah udara suatu negara meliputi wilayah di atas daratan dan lautan negara yang bersangkutan. Wilayah kedaulatan udara Indonesia menurut UU No. 20/1982 setinggi 35,761 km termasuk orbit geostasioner.
Beberapa pendapat mengenai wilayah kedaulatan udara :
a) Lee : wilayah udara territorial suatu negara adalah jarak tembak meriam yang dipasang di daratan.
b) Van Holzen Darf : wilayah udara suatu negara adalah 1000m di atas permukaan bumi tertinggi.
c) Henrich’s : wilayah udara suatu negara setinggi 196 mil.
(4) Wilayah ekstra teritorial
Wilayah ekstra teritorial adalah wilayah tempat berlakunya kekuasaan sebuah negara di luar batas-batas wilayah teritorial.
Contoh wilayah ekstra teritorial :
a) Kapal laut di luar laut teritorial di bawah bendera suatu negara.
b) Wilayah tempat bekerjanya badan perwakilan sebuah negara.
c. Pemerintah yang berdaulat
(1) Pemerintah dalam arti sempit yaitu suatu badan yang mempunyai wewenang melaksanakan kebijakan negara yang terdiri atas Presiden, Wakil presiden, dan para menteri.
(2) Pemerintahan dalam arti luas yaitu gabungan semua badan kenegaraan yang berkuasa dan memerintah di wilayah suatu negara.
2. Unsur deklaratif atau unsur tambahan
Unsur tambahan untuk berdirinya suatu negara berupa pengakuan dari negara lain yaitu pengekuan de facto (secara nyata)dan pengakuan de jure (secara hukum).
Sumber : http://politeagroup.wordpress.com/unsur-unsur-negara/


Indonesia Masih Negara Toleransi

Menurut Kamus, toleransi adalah sifat atau sikap toleran; batas ukur untuk penambahan atau pengurangan yang masih diperbolehkan atau diterima;penyimpangan yangg masih dapat diterima; bertoleransibersikap toleran;menoleransi, mendiamkan; membiarkan: Pada ranah hubungan sosial, maka toleransi juga bisa bermakna saling menerima dan menghargai, walaupun dalam/ada perbedaan.
Sehingga toleransi pun, bisa di bawa ke hubungan sosial manusia yang berbeda iman, agama, kedudukan, status sosial, dan seterusnya. Dengan makna serta perluasan arti toleransi tersebut (di atas),  maka tentu, manusia di berbagai belahan planet Bumi, mampu menikmati hidup dan kehidupan bersama secara berdampingan-sejajar-dll dengan damai-aman-tenteram. Hidup bersama dengan damai itu, juga telah ada pada manusia Nusantara, manusia Indonesia pada masa lalu dan sekarang. Sehingga, Indonesia disebut juga negeri yang ramah (menurut penilaian orang-orang dari LN) serta sangat toleran terhadap  banyak hal; ini membuat bangga banyak orang Indonesia.
Tetapi, nanti dulu; … itu dulu, pada masa lalu, satu dua dekade yang silah dan berlalulalu. Kini, di sini, dan sekarang, Indonesia bukan lagi negeri toleransi dalam arti yang sebenarnya, tapi toleransi dari sisi lain; sisi lain toleransi sisi yang jurtu merusak negeri ini.
Hal tersebut terbukti dari laporan Human Rights Wactch (HRW),  khususnya pada halaman halaman 323 - 329, yang menyangkut pelanggaran HAM terjadi di Indoneisa selama tahun 2012. Berdasar laporan-laporan yang didapat oleh Human Rights Watch, melalui Wakil Direktur HRW Asia, Phelim Kine, menyerukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pemerintah Indonesia secara keseluruhan,
“Intoleransi beragama dan kekerasan yang terkit dengan itu, kini sedang meningkat di Indonesia dan satu hal yang menjadi alasan kenapa itu meningkat, adalah karena pemerintah gagal bertindak tegas menghentikannya. Pemerintah harus mengambil pendekatan nol toleransi untuk mengadili para pelaku, … .
Oleh sebab itu, komunitas internasional agar berhenti memuji toleransi di Indonesia, … pernyataan seperti menghasilkan sebuah perasaan diantara para pemimpin Indonesia bahwa tidak perlu ada perubahan signifikan dalam hukum, kebijakan atau tindakan.”
Sayangnya, laporan HRW sejak Februari lalu, hanya ditanggapi ringan dan (berisi bantahan-bantahan) oleh pemerintahan SBY melelau juru bicaranya; lebih dari tidak ada. Jadi, tidak terlihat adanta niat untuk memperbaiki keadaan (yang telah rusak dan dirusakan), melainkan tetap mempertahankan bentuk-bentuk intoleransi di tumbuh dan berkembang di negeri ini.
Atau, kita di negeri ini, lebih suka TOLERANSI yang berbeda di/dari tempat lain; dan merupakan sisi lain dari toleransi atau toleransi dari sisi lain; silahkan simak.
  • TOLERANSI terhadap intoleran
  • TOLERANSI terhadap kaum agama yang bertindak BRUTAL atas nama agama; di negeri ini kelompok-kelompok preman atas nama agama, boleh melakukan tindakan brutal terhadap semua yang menurut mereka tidak sesuai dengan perintah agama mereka;
  • TOLERANSI terhadap penindasan terhadap agama-2 serta kepercayaan minoritas; di negeri ini dibolehkan untuk melakukan pembakaran properti kelompok minoritas, pengusiran, bahkan menjarah harta milik kelompok aliran keagamaan;
  • TOLERANSI terhadap pengrusakan - kebrutalan tempat ibadah; di negeri boleh membom, merusak, membakar tempat-tempat ibadah agama-aliran keagamaan yang minoritas
  • TOLERANSI terhadap radikalisme atas nama agama; di negeri ini, boleh menghina ajaran agama-agama serta aliran minoritas
  • TOLERANSI terhadap pembunuhan atas nama agama
  • TOLERANSI terhadap penghujatan terhadap agama-agama melalui PENGERAS SUARA
  • TOLERANSI terhadap koruptor; di negeri ini, para koruptor bisa bebas merdeka, dihukum ringan, bahkan menjadi terhormat; dan juga bisa dihukum ringan jika hasil korupsi disumbangkan ke/pada lembaga keagamaan
  • TOLERANSI terhadap pejabat - pejabat pemerintah yang mengeluarkan KEBIJAKAN RASIS - RASIALIS, yang atas nama kuasa dan kekuasaan, melakukan PELECEHAN terhadap umat beragama
  • TOLERANSI terhadap para pelanggar dan penjahat ham;  di negeri ini, sebisa mungkin melindungi para penjahat kemanusiaan; penjahat - pelanggar ham, serta para politisi busuk dan juga hanya di negeri ini, segala bentuk tersangka kejahatan bisa bebas atau pun mendapat hukuman yang ringan jika mempunyai UANG, KUASA, dan KEKUASAAN; [termasuk] TOLERANSI HUKUM terhadap anak pejabat, mereka boloh dihukum ringan, walau memang kedapan bersalah

Game Android Terbaik 2013

Saat ini smartphone Android memang sangat tren di seluruh dunia dan kalangan. Banyak pengguna dari mulai anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua sekalipun sudah menggunakan ponsel smartphone android ini. Tentunya masing-masing pengguna memiliki kebutuhan dan keinginan masing-masing.
Namun, kebanyakan dari mereka selalu membutuhkan hiburan untuk refresh diri mereka. Kadang mereka memainkan game untuk mengisi waktu luang dan memberikan hiburan pada dirinya sendiri. Oleh karena itu, saat ini sudah banyak vendor yang menciptakan banyak game untuk dimainkan pengguna android. Namun, kali ini saya akan memberikan sedikit rekomendasi bagi anda apa saja Game Android Terbaik 2013 saat ini.
1. Angry Birds
Game satu ini memang sangatlah populer. Bahkan, beberapa perusahaan membuat aksesoris untuk game satu Angry Birds ini. Selain itu, ada juga yang membuat sebuah gadget khusus edisi Angry Birds. Dengan begitu, menempatkan Game satu ini menjadi salah satu game gratis terpopuler di 2013 ini.
2. Fruit Ninja
Fruit Ninja adalah salah satu game ketangkasan dan game kecepatan untuk melatih motorik kita. Game ini bias diunduh gratis di Google Play ataupun penyedia games terbaru. Game ini telah menjadi salah satu game yang asik untuk dimainkan. Fruit Ninja sendiri adalah game yang mengharuskan anda untuk menghancurkan buah sebanyak mungkin dalam waktu yang singkat. Yang menjadi kelebihan game ini adalah di sisi grafis yang cukup bagus.
3. Modern Combat 4 Zero Hour
Game Modern Combat 4 Zero Hour adalah salah satu game FPS mobile yang menjadi game FPS terbaik saat ini. Grafis yang disajikan dan permainan yang seru, menjadi kelebihan dari game FPS satu ini. Selain itu, jalan cerita yang dibawakan pada game ini cukup lumayan interaktif. Ditambah dengan multiplayer dan system leveling, membuat game ini menjadi semakin seru untuk dimainkan.
4. Need For Speed : Most Wanted
Ternyata game ini tidak hanya tersedia di console Playstation ataupun XBOX. Ternyata Need For Speed juga tersedia pada platform mobile. Dengan begitu, anda sekarang bias menikmati game yang cukup memacu adrenalin ini. Selain itu, permainan ini bias anda mainkan secara bersamaan dengan teman anda.
5. Red Stone
Game sederhana, namun cukup memainkan strategi ini adalah salah satu game android terbaik 2013. Anda akan dipaksa untuk memainkan puzzle dan mencari jalan keluar dari kotak persegi yang berukuran 4 kali lebih besar dari kotak persegi lainnya.